Minggu, 13 Maret 2016

Hatiku Merayu Rindu

Hatiku Merayu Rindu

Namanya mirip dengan pahlawan emansipasi wanita dari Jepara. Meski hidup berbeda zaman, tapi keduanya memiliki kesamaan. Sama-sama lahir di Jawa Tengah.

Menamatkan pendidikan hingga Sekolah Menengah Ekonomi Atas di Klaten lalu pergi merantau mengadu nasib di Bekasi. Menjadi buruh di kawasan EJIP dia jalani lebih dari lima tahun.

#Cantik...

Jika cantik maksimal adalah 10, maka saya memberikan nilai 8,5 untuk kecantikannya. Memang tidak terlalu putih, tidak terlalu kurus, tidak terlalu tinggi. Tapi kemampuan pada pemilihan dan padu padan menjadikannya lebih berkesan.

Sekali melihatnya (walau dia tertunduk), aku langsung jatuh... Sungguh pribadi unik yang menarik.

#Idealis...

Dia pribadi yang idealis. Sudah bekerja di sebuah perusahaan Jepang yang gajinya cukup untuk biaya hidup, malah keluar dan memilih jadi guru TKIT dengan gaji yang (rahasia). Alasannya simpel. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan beramal lebih baik.

Benar saja, dengan uang seadanya itu di melanjutkan kuliah. Baginya itu lebih menentramkan.

#Lincah...
Kata lincah aku pilih sebagai gambaran mobilitasnya yang buanyak. Sudah sibuk jadi guru di sekolah, masih mengisi TPA di rumah ditambah membina kelompok pengajian karyawati. Sabtu minggu hampir penuh dengan kegiatan.

#Penyayang dan supel...
Sempat mengasuh keponakan yang ditinggal merantau oleh orang tuanya, dari disapih hingga lulus SMP. Anak-anak muridnya pecah tangisnya kala dia pamit mau mengundurkan diri dari guru. Temannya banyak, baik teman kerja, teman guru ataupun teman pengajian.

#Sholehah...

Dia sudah memakai jilbab sejak usia SMP. Padahal waktu itu hanya dia seorang diri di sekolahnya. Kuat dalam memegang prinsip, terutama menyangkut agama. Semangat keibuannya sangat nampak saat merawat anak muridnya. Anaknya nampak Soleh dan Cerdas. (kayak motto sekolah islam).

...........................

Tapi, Sayang sungguh disayang. Wanita cantik, idealis, penyayang dan sholehah itu telah menikah.

Sungguh beruntung laki-laki yang mendapatkan cintanya. Dan laki-laki yang beruntung itu adalah Aku, Budi Purwanto.

Sabtu, 12 Maret 2016

Nuansa Kehidupan

Terhempas aku dalam kehampaan
Tenggelam dalam genangan lara
Kucoba meraba dan menjangkau apa yang bisa terpegang olehku
Aku ingin bangkit Ya Allah

Dan aku terus mencoba menguatkan ragaku
Agar bisa ku berdiri tegak
Dan mencoba melangkah 
Walau terseok dan tertatih

Berjuang aku di jalanMu Ya Rabb
Berjuang menggali potensi yang telah Kau anugerahkan
Dan aku yakin potensi itu ada
Dan keberadaannya tertutup lapisan-lapisan tebal dan dalam

Dan aku harus menembus lapisan-lapisan itu
Walau kadang letih, merintih, perih
Tapi semangat dan harapan ikut bersilih
Dan aku harus bisa menentukan mana yang harus dipilih

Jiwaku terus meradang atau jiwaku akan tenteram?
Wahai Yang Maha Indah
Terbuai aku dalam kasihMu
Terpesona aku dalam ketenangan pikiran, perasaan ketika memujaMu

Dan semakin yakin bahwa semua yang Kau cipta punya potensi
Semua manusia sama-sama sempurna dalam   ketidaksempurnaannya

Sadarilah

SADARILAH

Bumi semakin panas. Asap pabrik, asap kendaraan, asap kebakaran, asap rokok,  asap sampah,  menambah besar lubang ozon. Musim panas menjadi lebih panjang.

Bekasi, menjadi kota panas saat ini.
Banyaknya kawasan industri dan tempat pembuangan akhir (TPA) dari sampah, ada di Bekasi. Radius 3km dari TPA, sdh tdk layak huni.
Dan kita masyarakat bekasi menjadi penyumbang gunungan  sampah itu.
IRONIS memang.

Kita benci sampah yang menumpuk.
Tapi kita terus menambah sampah terus menerus. Kita semua. Bayangkan saja kalau setiap rumah  0,7 - 1 kg sampah, berapa kilo se RT? se RW ? se Kecamatan  ?  se se Kabupaten  ? Membukit, bahkan menggunung.

Ada seorang ibu mengeluhkan sampah depan rumahnya yg telat diangkut oleh petugas kebersihan, karena pemandangan yang tidak sedap, bau dan belatung yang keluar dari tumpukan sampahnya.
Dia tidak menyadari bahwa yang "nyampah" adalah dirinya sendiri.

Coba kita perhatikan sampah yang ada di rumah kita.
Ada sampah kering dan basah.
Ada sampah plastik dan kertas.
Ada sampah makanan dan minuman.

Bila kita cermat memisahkan sampah, dan meletakkan ditempat yang berbeda, tentu kita tak akan jadi penyumbang sampah yang banyak. Setidaknya,  kenali 3 Jenis sampah dan manfàatnya.
1. Sampah untuk kompos
     Sampah yang tidak menimbulkan belatung dan tidak merusak mesin pencacah.
Contoh : daun, kulit buah dan sayur, buah busuk.
2. Sampah bernilai ekonomis
    Sampah yang bisa dijual.
Contoh : kertas, kardus, plastik, elektronik
3. Sampah TPA
      Sampah yang tidak dapat terurai, dapat menimbulkan belatung dan merusak mesin pencacah
Contoh : makanan basi, pembalut, diapers, biji dan kulit buah keras

Jika sampah sudah dipilah sedemikian rupa dan ada manfaatnya,  betapa banyak berkurangnya tumpukan sampah.
Memulai dari dalam rumah memilah sampah., agar lingkungan  bersih dan hijau.

Ayo mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
Sesungguhnya Allah itu indah, dan menyukai keindahan.
Ayo lebih baik. 

#Catatan musim panas lalu

Saat Jodoh Tak Kunjung Tiba

Sudah satu minggu ini, air pam dirumahku tak mengalir.
Malam itu, aku beranikan diri mengetuk tetangga ujung gang.
Mumpung suaminya masih diluar kota.
Penghuninya adalah teman majelis tafsir di masjid.

Malam itu, awalnya hanya sekedar numpang cuci muka dan ambil air wudlu.
Berlanjutlah aku ikut sholat.
Anak-anak beliau juga sudah lelap tertidur semua, mungkin kecapekaan setelah hujan-hujanan tadi sore.

Selesai sholat, beliau mengajakku berbincang sebentar.
Belum lama obrolan berselang, akupun tak mampu menahan air mataku, rasanya sudah tak mampu lagi ditahan.
Aku tarik tangan dan peluk erat badannya,
dan aku menangis, menangis dan menangis.

Beliau sengaja tak menghentikan tangisku dan seolah berharap bebanku hilang.
Dan akupun berbisik padanya, "Mbak apa Allah ga sayang padaku, kenapa Allah belum mendatangkan jodoh untukku?".
Sontak berubah wajah beliau, seolah bingung atas pertanyaanku.

Usiaku sudah lebih dari kepala empat, usia yang melebihi kata cukup untuk menikah.
Apalagi kalo takarannya orang kampung seperti kami.
Perempuan seumuran kami minimal sudah punya anak dua bahkan tiga.

Desakan orang tua ku untuk segera menikah membuat tambah perih rasa yang ku alami.
Ditambah tuduhan tetangga bahwa aku penyebab terbaring ibuku di rumah sakit.

Aku merasa wajahkupun tak jelek, pekerjaan mapan juga sudah Allah karuniakan padaku, dan aku merasakan sudah siap menikah. 
Setiap ada pelatihan-pelatihan pra nikah, aku ga pernah absen.
Mungkin modal yang sudah cukup untuk menikah.

Tapi entah, ada sekenario apa yang Allah berikan kepadaku. 
Ku sampaikan juga pada beliau,  "Mbak, aku pun siap menjadi yang kedua? Aku hanya berharap siapapun ia, seseorang itu akan mampu membuatku berada dalam keistimewaan di jalanNya?".

Tak ada kata yang terucap dari beliau.
Beliau hanya menambah erat pelukan dan mengusap punggungku.

Beberapa menit kemudian, beliau katakan bahwa Allah sedang menyiapkan jodoh terbaik bagiku dan meyakinkan bahwa Allah akan datangkan seorang pria yang akan menemani, menuntun dan memimpinku dalam meraih keridloan dan kedudukan di sampingNya.

Hanya butuh waktu yang tepat saja.
Beliau pun memintaku untuk bersabar, bersabar sampai kesabaran itu membuatku semakin mendekat pada cintaNya.

Semoga kesabaran berbuah ketaatan.
Allah sudah mempersiapkan bagiku pasangan yang tepat, entah didunia ini maupun di akherat nanti.
Seberapa bijak kita memahami dan menerima manis dan getirnya hidup ini, akan menentukan seberapa bobot keimanan kita padaNya.

Kesenduan ini berakhir, saat smartphone di atas meja berbunyi, mungkin suaminya menelpon.

Terima kasih mbak, tak kan ku lepaskan ukhuwah ini, ukhuwah yang membuatku semakin mendekat pada keridloanNya.

Cikarang, 12 Maret 2016
#fatina

Jumat, 11 Maret 2016

Sampah yang Bernilai Ekonomis

Melayani ibu hamil dan membantu persalinan adalah hal lazim yang ditangani seorang dokter kandungan. Namun ada yang unik pada Emy Tri Dianasari . Beliau dokter spesialis  kandungan yang tak malu-malu berkecimpung di dunia sampah.

"Saya sedang berusaha untuk mengedukasi ibu- ibu rumah tangga memilah sampah agar bisa bernilai ekonomis" ujar dokter dengan 2 orang putra dan 2 orang putri ini.

Sampah organik, ketika sdh masuk tanah, maka selesai. Dia akan terurai dengan sendirinya. Sampah non organik membutuhkan proses agar dpt terurai bahkan  ada yang jutaan tahun.Jika seorang ibu rumah tangga bisa memilah sampah, dan memanfaatkannya, maka urusan sampah bisa selesai di tataran rumah tangga. Demikian lanjut dokter yang membuka prakteknya di Perum Graha Asri ketika memberi sambutan pada acara pembentukan relawan Bank Sampah bulan Mei setahun yang lalu. Inilah awal berdirinya Bank Sampah Graha Asri (BSGA). Bersama dengan 44 bank sampah sekabupaten Bekasi, beliau sedang mengupayakan adanya Koperasi Bank Sampah Sentral Kabupaten Bekasi.

Usahanya ini mendapat apresiasi dari salah satu anggota dewan dari Fraksi PKS ,Zainudhin. "Rasanya proyek bank sampah ini, kapan2 harus saya kunjungi ke lokasi,"  demikian ujar beliau.

Sampai saat ini cabang dari BSGA sudah ada 5 Pos, yang tersebar di  4 RW di wilayah Graha Asri, dan 1 Pos Kancil, Cikarang Baru yang semua masuk wilayah Cikarang Timur. Semua Pos diketuai oleh kader akhwat. Walaupun belum genap setahun, omset dari tabungan nasabah antara 1-1,5 juta perbulan. Dengan jumlah nasabah sekitar 100 orang.  Ini cerminan bahwa mulai membaiknya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah.

Semua perjuangan tidak akan lepas dari ujian. Inilah proses pendewasaan, pemahaman, pengukuhan internal yang harus dilalui Bank Sampah Graha Asri.

Kerja sosial adalah dasar gerakan. Berkhidmat untuk rakyat adalah semangatnya. Beramal jama'i itu ukhuwahnya. 
Hingga ujian itupun datang.

Mulai dari pengepul yang tidak konsisten, nasabah yang kurang paham (menabung produk basah/kotor) sampai ada orang 'ngrusuhi' ,  melarang menaruh gerobak di dpn ruko dan berbagai alasan yang dibuat-buat.
Saat ini memang kendala BSGA adalah belum punya tempat untuk menampung produk nasabah. Untuk menampung produk dari nasabah menggunakan ruko tempat Emy berpraktek yaitu Klinik Isykarima Ruko Sentra Niaga. 

Semoga suatu saat BSGA punya satu Basecamp sebagai tempat pelayanan, pelatihan, produksi dan distribusi produk dari "sampah yang menjadi berkah".


Mulyani
Cikarang, 100316

UPO

UPO🍚

Upo dalam bahasa jawa artinya sebutir nasi, akan disebut sego jika bersatu dengan upo-upo lainnya
Tak ada yang istimewa dari upo, hanya gumpalan putih, lunak mungkin tanpa arti
Akan istimewa saat bersama kawannya disaji
Lebih spesial lagi saat ia ditemani lauk atau sayur bergizi

Sego  berasal dari gabah yang berpadu dengan air dan dipanaskan dalam proses menanak
Gabah yang keras juga harus melewati proses panjang dalam hidupnya

Setidaknya sebulan lebih ia ditempa, dimulai saat masih disawah, diserang hama, dipanen sampai dijemur.
Ada proses panjang dalam sego yang kita nikmati, banyak keringat disana, 
dari petani pembajak, ibu tani yang tanam, penjual pupuk, petani pemanen, petani penjemur, 
bapak2 penggiling gabah, penjual beras sampai kita yang memasaknya.
Selalu ada sebuah proses dalam mencapai sebuah pencapaian, tidak ada kesendirian dalam sebuah amal.


Namun, taukah kawan? 

Jika Upo ini kita sia-siakan, sama halnya kita menyiakan sebutir gabah.
Satu butir gabah jika kau rawat dengan sepenuh hati dan segenggam pupuk,
tiga bulan lamanya, dia mampu berkembang lagi 
Paling tidak bertambah menjadi satu tanaman padi, bahkan bisa bertambah menjadi 15 rumpun
Masing-masing mereka akan mengeluarkan malai

Apa malai itu?
Adalah sekumpulan gabah yang bersatu dalam satu tangkai
Muncul dari tiap tanaman dan minimal ada 120 butir gabah bertengger dimalai

Jadi,

Satu butir padi bisa bisa menghasilkan 1800 butir.
Kalo 1800 butir kita tanam kemudian tumbuh dan bernas semua, kita akan dapatkan lagi 3.240.000 butir lagi
Kalo ditimbang sekitar 3.240 gram, sekitar 3 kilo.


Sungguh Maha Luas KaruniaNya. Al Qur’an Al Baqarah : 261 menyebutkan ……….serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.

Jangan sia-siakan nikmatNya,

Jika kita buang upo sama saja kita membuang dan membunuh harapan 3 kilo beras dimasa datang
Benarkah hanya satu butir saja yang terbuang??? Bagaimana jika semua orang melakukannya?
Berapa ton yang akan sia-sia.


Hargailah upo 

Bukankan ada saudara kita di Ethiopia dan Somalia dalam kondisi kelaparan

dipinggir sawah dramaga, 11 Maret 2016

Kutahan Kantukku Untuk Anak Istriku


Kutahan kantukku setiap pagi berangkat kerja menyusuri hitamnya jalan menuju ke tempat kerja yang paling besar kawasan industrinya di daerah Cikarang, Bekasi. 

Kantuk ini harus aku usir, karena ingat akan kebahagian memberi nafkah anak istri. Perjalanan sekitar 30 menit padahal, tidak terlalu jauh dari rumah yang ada disekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC). 

"Allahuakbar, Allahuakbar, " teriaku sambil membuka kaca helm agar kantuk ini hilang . 

Terkadang jika sudah sangat kantuk sekali, aku haruslah berhenti sebentar dan mengerakan badan,  agar kembali segar. 

Sebagai seorang kepala keluarga, mencari nafkah yang halal adalah kewajibanku. Aku ingin memberi makan dan minum keluarga dengan yang halal. 

Kau

Kau
Perempuan yang luar biasa
Ibadah mu mungkin tak seberapa
Jenazah mu sangat mudah pengurusan nya
Senyum ikhlas mengembang
Lepas tanpa beban
Sebelum berpulang
Kau sempat mandi membersihkan badan
Lalu tak sadar kan diri meninggal kan rasa penasaran mendalam

Di usia senja kehilangan segala harta
Ikhlas menjaga janji setia
Bersama suami yang renta dan sakit-sakitan juga
Merawat penuh cinta di rumah kontrakan yang bersahaja

Kau telah bawa segala kesabaran yang luarbiasa
Ketegaran seorang wanita nan perkasa
Allah telah memilih kan waktu mulia

Senyum indah mu
Menyambut salam malaikat 
Salaamun alaikum bimaa shobartum
Salaamun alaikum bimaa shobartum

Semoga kelak kematian indah itu
Allah pilih kan jua untuk ku...

😓😓
Glowing Friday

Mak's 11 maret 2016

Demi Sholat Jum'at

 Demi sholat Jum'at , aku rela kehujanan. Hujan deras siang tadi (11/3) mengiringi langkahku menuju ke Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi. 

" Bapak saya tilang lampu mati," teringat ucapan seorang Polisi seminggu lalu yang menilangku. 

"Iya pak, maaf biasanya juga nyala, ini kan sedang operasi Simpatik 2016 apakah saya ditegur saja pak?, "  pintaku. Akan tetapi tetap ditilang.  

Saat melewati hujan yang sangat deras, aku ingin sekali berhenti dan berteduh, akan tetapi aku urungkan niatku agar urusannya segera selesai dan bisa sholat Jum'at awal waktu. 

Alhamdulillah suratku sudah selesai diurus, akhirnya aku bisa sholat Jum'at berjamaah. Andaikan tadi aku berteduh, mungkin sholat Jum'at akan terlewat. 

Kalah


Lelaki itu masih saja tidak menerima kata yang sematkan padanya. Nampaknya ia sulit menerima kenyataan yang dia dapat. Padahal bukan sekali dua kali kenyataan itu dia dapatkan 

Kalah, hampir semua orang tidak mau menerima kata itu, bahkan kata sangat dibenci dan dihindari.  Kekalahan bisa datang dari orang lain bisa juga kekalahan itu datang dari diri sendiri. 

Orang yang amat yakin dan percaya diri kalau dia akan mendapatkan kemenangan maka ketika mendapatkan hal sebaliknya, yaitu kekalahan maka yang terjadi adalah kekecewaan,kesal tidak menerima kenyataan, sangat menyakitkan, sakitnya tuh disini dan sebagainya. 

Menyesali kekalahan yang berlarut larut justru bukan sikap yang bijak. Kekalahan sendiri adalah sebuah keniscayaan hidup karena perjalanan hidup itu tidak selalu mulus. 

Menurut Al Qur'an bahwa kekalahan adalah salah satu bentuk musibah, semua ketentuan Allah SWT termasuk musibah sudah ditentukan jauh jauh hari, bahkan sebelum musibah itu diciptakan. 

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada diri kamu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah sangat mudah (QS al-Hadîd [57]: 22). 

Apa yang Allah katakan dalam ayat Al Qur'an tersebut, supaya kita tidak bersedih secara berlebihan dan melampaui kewajaran sehingga akhirnya sampai pada sikap putus asa. 

Kegagalan tidak selalu harus disikapi negatif, justru dengan kekalahan itu kita mengetahui apa yang jadi penyebabnya dan itu menjadi bahan perbaikan dilangkah berikutnya. 

Aahh..., Sungguh kasihan lelaki itu entah sampai kapan dia akan terus larut meratapi kekalahan temannya yang dia bela. 

10 Maret 2016 
By : sahabatbaik

Kamis, 10 Maret 2016

Aku dan Rumahtanggaku

Aku dan Rumahtanggaku

Selalu ada dan beriringan
Ada "baper" -bawa perasaan-
Selalu kurang bersyukur
Merasa bersalah
Tidak optimal dalam beribadah
Mendidik anak-anak
Mengeluh ....

Mmm

Terkadang aku tidak mau di zona ini
Tidak memerlukan nasihat atau kata-kata bijak yang terucap dari suami
Yang suamipun sama seperti aku
Diapun belajar dari proses kehidupan rumahtanggaku.
Perhatian-perhatian kecil yg aku butuhkan Ternyata suamiku lebih membutuhkannya Perhatian kecil-kecil itu yaa dari aku

Huhuhu

Saat tengah diuji
Saat air mata boleh menetes
Saat itu aku bersyukur
Karena Allah memberiku rumahtangga yang memang harus kuat-kuat didalamnya
Dan menjadikan kita adalah soulmate
Sahabat dalam rumahtangga inilah aku

Metty

Rabu, 09 Maret 2016

Ada Rasa

Ada rasa

Yang tak terungkap kan dengan kata-kata


Rasa yang tadi nya hanya bisa ku ungkap kan pada mu saja

Aku tak pernah bisa membenci mu

Tak pernah bisa melupa kan mu

Walau sayatan luka itu telah kau toreh kan

Walau dalam kehinaan ku kau campak kan


Beribu doa ku lantun kan agar kau bisa ku biar kan

Rasa ku tak pernah berpaling


Aku terlanjur berjanji

Mengikhlas kan mu pergi

Membiar kan abjad-abjad itu menepi


Aku masih tersimpuh di sini

Dan tak pernah bisa beranjak dari mu

Dan kau

Yang sudah tak ingin kan aku lagi membersamai mu

Nutrisi Tubuh dan Pikiran


Sehari selepas diberikan amanah oleh warga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Rukun Tetangga (RT), adalah melakukan pelayanan kepada masyarakat dan mengatur sistem keRtan, seolah olah memberikan energi berupa nutrisi positif  ke tubuh dan pikiran ku untuk senantiasa memikirkan warga.

Aku yang paling muda dari 4 orang pengurus keRtan, secara kompak pengurus lain menunjukku untuk mengemban amanah menjadi Plt Rt, dikarenakan Ketua RT sebelumnya mendapatkan amanah yang lebih besar yaitu memimpin Dusun. Penunjukkan itu terjadi di Rabu malam( 3/3) di Perumahan Cikarang Hijau, Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Bekasi dalam gemericik suara gerimis air hujan.

Gambaran orang kebanyakan dan sebagian besar warga lainnya memang anti jika di calonkan menjadi Ketua RT, dimana ocehan-ocehan yang lalu lalang ditelinga terkait kinerja keRtan serta tangisan istri jika ada tetangga yang mencela terhadap suaminya yang menjadi keRtan.

Tetapi bagiku, diberikan amanah untuk menjadi pelayanan masyarakat memberikan nutrisi yang positif, baik untuk tubuhku yang memaksaku untuk sering sering jalan menyusuri gang perumahan, serta nutrsi otakku untuk terus berpikir menciptakan sistem perbaikan sehingga nantinya sosok menajdi ketua Rt tidak se horor yang pernah kita dengar.

Dalam Diamku

Dalam Diamku

Saat aku terpaku dalam senyap
Saat itu pula tulisan tertuang
Ungkap semua rasa 
Di badan
Di jiwa

Wahai Penguasa 'Arsy...
Beri kekuatan pada hamba
Untuk melangkahkan kaki
Menuju kelelahan yang siap menghadang


Ada saat kecemasan menderu
Ada saat keluh kesah memburu
Kadang kecemburuan mengharu biru
Kadang asa ikut berpacu

Terlintas kerinduan hati yang merana
Terbersit kehampaan akal yang mengharap
Pada kebesaranMU Ya Rabb...
  
Dan akhirnya 
Diamku pun penuh warna
Memuja kemahaadilanMU
Menyitir ayat-ayat suci
Diam seperti kekasih merindu
Indah sekali

Air Bekas Pel

Para ibu rumah tangga pastilah sering membuang air bekas mengepel lantai, atau para Bapak yang menuang air bekas mencuci motor atau mobilnya. Perhatikanlah, bila air dalam ember yang nyaris penuh isinya itu dituang dengan cepat. Bayangkan apa yang akan terjadi.

Byuuurrr!!!

Air mengalir bagaikan air bah, seperti ombak ditengah samudra yang siap menenggelamkan kapal sekelas titanik sekalipun.

Bandingkan dengan air yang menetes dari dedaunan saat hujan rintik-rintik...
Begitulah perbedaanya.....

Saat itu hujan begitu lebatnya di karawang, serasi dengan warna  awan yang abu-abu gelap nun jauh diatas sana....

Terlihat di pintu gerbang Masjid Jami, Pak Ujang sedang sibuk mengatur parkir motor dan mobil para jamaah yang ingin melaksanakan solat magrib berjamaah, karena azan maghrib sedang dikumandangkan lewat pengeras suara outdoor milik masjid itu.

Selang beberapa waktu kemudian...setelah solat berjamaah selesai....Dan setelah sebagian besar jamaah pulang....

Pak Ujang meletakkan payung dan jaketnya disamping rak penitipan sepatu. Dengan seragam hansipnya pria yang sudah lewat 60 tahun itu melenggang menuju tempat wudhu untuk kemudian ia solat.....

Seseorang tidak boleh meninggalkan shalat dalam keadaaan apapun. Bahkan seharusnya lebih semangat untuk melakukan shalat ketika kondisi sakit daripada ketika kondisi sehat. Tidak boleh baginya meninggalakan shalat wajib sampai keluar dari waktunya meskipun kondisi sakit selama akalnya masih sehat. Hendaknya dia tetap menunaikan shalat tepat waktu sesuai dengan kemampuannya. Jika seseorang meningggalkan shalat secara sengaja sementara akalnya masih sehat  dan mengetahui tentang hukum syariat  serta dia mampu untuk menunaikan shalat....

Ayo lebih baik....

Bersyukur Aku mengikuti

Bersyukur Aku mengikuti

Pelatihan literisasi yang diadakan humas PKS kab. Bekasi.

Mendapatkan ilmu jurnalistik yang memikat hati.

Aku jadi selalu terinspirasi

Menulis berita atau sekedar kisah diri

Saat berangkat menuju tempat aktifitas di pagi hari

Tak peduli dengan kendaraan di kanan-kiri.

Tersenggol..atau mau nyenggol Supra fit kesayanganku ini.

Karena memikirkan sumber inspirasi..

Owh...

Memikatnya ilmu baru yang sedang kupelajari ini.

Owh...bahagianya ada di grup ini.

Markaz Dakwah/al Kahfi
Saat Matahari Menyinari Bekasi.

Tambun Utara, Segera Launching Tilawati

Bekasi, Selasa 8/3 Metode Tilawati makin diminati oleh para Aktifis Tahsin Quran di Bekasi.Selain Metodenya yang menarik, dengan slogan "Belajar Quran Mudah dan Menyenangkan, Para Ustadz/dzah Instrukturnya-pun sangat cair, cool, humoris, kreatif dan inofatif dalam menyampaikan Metode ini.Tidak heran apabila Metode ini, semakin di hati.Rugi, apabila tidak kenal dengan Metode ini.

Demikian yang dikatakan oleh Bu Irma Bayani dari Kec. Tambun Utara, salah seorang alumni Diklat Tilawati. "Bahkan dalam waktu dekat, saya bersama 10 rekan Alumni Diklat, akan segera Launching Tilawati di Perumahan Taman Alamanda, Tambun Utara untuk Majelis taklim Ibu-ibu.Demikian lanjut Bu Irma kepada wartawan (ecek-ecek) Tilawati.

"Setelah mengikuti Diklat, Kami jatuh cinta pada Metode ini.Walaupun baru 3 yang bersyahadah dari 10 orang, kami akan mensyiarkan alQuran dengan Metode ini."

"Kami akan undang team Tilawati, untuk meresmikan atau membuka Launching Tilawati di wilayah kami. Selanjutnya kami yang akan mem-follow-up pembinaannya kepada puluhan bahkan ratusan jamaah ibu-ibu majelis taklim di Taman Alamanda" demikian pungkasnya.


By : Admin Tilawati bekasi

Selasa, 08 Maret 2016

MENIPU DENGAN BAJU

Sebagai orang Jawa, aku masih ingat dengan slogan "ajining diri soko lati, ajining jiwo soko busono". Slogan itu berarti harga dirimu berasal dari lisan dan harga jiwa itu berasal dari pakaian.

Mudahnya, orang itu pinter atau enggak lihatlah caranya berbicara. Pilihan katanya, intonasinya dan kemampuannya menjelaskan permasalahannya. Lalu kalau mau tahu seberapa baik jiwa seseorang, maka lihatlah pakaiannya, pilihan warna dan coraknya, pilihan waktunya dan cara memakainya.

Aku meyakini slogan itu benar adanya dan aku juga terus mencoba praktekkan slogan itu. Sampai akhirnya aku mendapati kejadian-kejadian aneh karena baju. Tepatnya tipu menipu.

Seorang pria berpakaian rapi, perlente datang ke tukang kebun yang sedang membersihkan rumput. Di tanah tersebut terpasang papan bertuliskan 'dijual tanpa perantara'. Dengan penampilannya dia bilang mau membeli tanah tersebut.

Oh, ternyata tukang kebun itu adalah pemiliknya. Setelah tawar-menawar akhirnya pria perlente mengeluarkan uang tanda jadi Rp 1 juta, lalu dia minta izin pinjam motor baru pemilik kebun untuk ambil uang di ATM terdekat untuk menambah uang muka. Pemilik kebun diminta menyelesaikan bersih-rumput. Dia baru sadar tertipu ketika hari semakin petang sedangkan motornya tak kunjung datang.

Masih soal baju. Ada seorang gadis yang sangat gembira karena ada polisi ganteng yang datang melamarnya. Seminggu setelah pernikahan usai, suami ganteng izin berangkat kerja dengan pakaian dinaz polisi yang dikenakannya. Sang istri begitu bahagia sampai akhirnya datang kabar suaminya tertangkap polisi. Ternyata suaminya seorang penipu berpakaian polisi.

Lagi-lagi aku melihat ada orang yang sengaja menipu dengan baju. Perjaka itu berangkat dari rumahnya dengan dandanan seksi bak penyanyi India. Sambil jalan berlenggok, dia memainkan musik dan menyanyi sekedarnya. Anehnya, orang-orang itu rela membayar untuk sebuah penipuan.

Seharusnya bencong-bencong itu ditangkap karena telah menipu. Para wanita harusnya marah karena bajunya dipake untuk menipu. Sama dengan marahnya institusi polisi yang baju kesatuannya dipake untuk menipu oleh 'polisi gadungan'.

Sungguh telah banyak orang menipu dengan baju. Bajunya telah menipu. Aku menjadi ragu, apakah slogan Jawa itu masih berlaku di jaman ini. Aku tak mau tertipu karena baju.
(BP)

Sholat Jamaah Terakhir Kita

Tak sering kita sholat berjamaah bersama di Musholla Al Hidayah, Jatimulya. Tentu saja, karena kita berbeda tempat tinggal. Aku di Mustika Jaya dan engkau di Jatimulya. Tapi kemarin, Rabu (30/12) kita berkesempatan sholat zuhur berjamaah, dan engkau persis berada di samping kiri aku.

Empat rakaat sholat kita lalui, diakhiri salam lalu engkau terlebih dulu mengulurkan tangan mengajakku bersalaman. Kita saling bertatapan, menebar senyum dan bertegur sapa, kemudian tenggelam dalam zikir. Usai itu, kita tak bersua lagi karena aku segera pergi setelah sholat sunnah ba'diyah.

Cuplikan peristiwa itu langsung aku ingat saat sebuab kabar duka datang di subuh buta. Engkau telah wafat pada Kamis dinihari, pada pukul 02.00. Berita itu bak palu godam yang menghantam tembok jiwaku.

Aku tak menduga itulah sholat berjamaah terakhir kita.

Aku tak menyangka itulah jabat tangan terakhir kita.

Aku tak mengira itulah senyum terakhirmu untukku.

Air mata ini mengalir deras saat aku berdoa di depan tubuh engkau yang terbujur kaku. Tak kuasa aku menahan desakan kuat air mata dari kelopak mataku. Aku tatap wajah engkau, aku cium kening engkau diiringi air mata yang terus mengalir. Dan tangan engkau tak lagi bisa menjabat erat tanganku seperti yang engkau lakukan kemarin.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu'anhu...
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa fu'anhu...

Hanya itu kata yang dapat aku ucapkan saat kita kembali bersua dengan kondisi engkau tak lagi bernyawa.
Aku tak lagi bisa menahan derasnya air mata ketika menyaksikan anak-anakmu menyiramkan air kala memandikan engkau. Mereka masih kecil-kecil, tapi terlihat tegar meski kesedihan terlihat jelas di wajah mereka.
Satu per satu anak engkau mengguyurkan air dengan perlahan. Semuanya berjumlah delapan orang. Air itu membasahi sekujur tubuh engkau. Dan lamat lamat, isak tangis aku dengar memadati ruang pemandian. Aku larut dalam kesedihan.

Saudaraku, tak hanya sholat jamaah terakhir yang aku kenang tentang engkau. Aku masih ingat saat kita kerap berdiskusi tentang perkembangan dakwah jamaah kita. 
Aku juga masih ingat kisah sekitar 3 tahun lalu. Engkau meminjamkan aku sepeda karena sepedaku bannya kempes mendadak dan baru aku ketahui di pagi hari, tepat saat aku harus berangkat untuk bersepeda bersama ikhwah DPRa Jatimulya.

"Silakan Akh. Ambil saja akh di rumah," jawab engkau memenuhi permintaanku.

Dan yang paling membuatku terharu adalah ketika teringat anak engkau yang mengantarkan segalon kangen water ke rumah ibuku. Beberapa kali aku menjumpainya menggotong galon ukuran kecil jika kebetulan aku sedang menjenguk ibuku yang rumahnya tak jauh dari kediaman engkau.
Aku membayangkan betapa engkau adalah sosok bapak yang luar biasa. Mendidik anak sejak dini untuk berwirausaha. Mengajarkan anak untuk berniaga dan mandiri.

Engkau sungguh figur bapak yang hebat. Sudah beberapa hari ini engkau kerja hingga larut malam meski kondisi jantung engkau tak lagi normal karena sudah dipasang ring. Dan kematian akhirnya datang menjemput usai engkau pulang memasang CCTV yang selesai engkau kerjakan pada pukul 00.00.

Tak salah jika dalam sambutan Abdurrahman,  anak kedua engkau, usai mensholatkan jenazahmu, ia berkata:
"Bapak sosok yang bertanggungjawab. Demi Allah, kami anak-anaknya akan berusaha menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta hapal Al Quran. Kami ingin memakaikan mahkota kepada bapak dan umi di akhirat," ungkapnya sesegukan.

Saudaraku, hampir 24 jam setelah pertemuan kita yang terakhir, kita kembali ke lokasi yang sama: Musholla Al Hidayah. Tapi kini posisi kita berbeda. Engkau tak lagi ada disisiku, tapi  ada di depanku, beralaskan keranda dan berselimutkan kain hijau.


Lalu ada pesan yang Ust Syahrizal Kholid yang membuat mata ini kembali membasah untuk melepas kepergian engkau.
"Al Akh Sawadi, engkau adalah salah satu kader dakwah terbaik. Engkau adalah mujahid yang istiqomah bersama kafilah dakwah ini. Kita tak berpisah, yakinlah, kita akan kembali bertemu di surga Allah."

Selamat jalan saudaraku.
Dari Saudaramu


Erwyn Kurniawan