Para ibu rumah tangga pastilah sering membuang air bekas mengepel lantai, atau para Bapak yang menuang air bekas mencuci motor atau mobilnya. Perhatikanlah, bila air dalam ember yang nyaris penuh isinya itu dituang dengan cepat. Bayangkan apa yang akan terjadi.
Byuuurrr!!!
Air mengalir bagaikan air bah, seperti ombak ditengah samudra yang siap menenggelamkan kapal sekelas titanik sekalipun.
Bandingkan dengan air yang menetes dari dedaunan saat hujan rintik-rintik...
Begitulah perbedaanya.....
Saat itu hujan begitu lebatnya di karawang, serasi dengan warna awan yang abu-abu gelap nun jauh diatas sana....
Terlihat di pintu gerbang Masjid Jami, Pak Ujang sedang sibuk mengatur parkir motor dan mobil para jamaah yang ingin melaksanakan solat magrib berjamaah, karena azan maghrib sedang dikumandangkan lewat pengeras suara outdoor milik masjid itu.
Selang beberapa waktu kemudian...setelah solat berjamaah selesai....Dan setelah sebagian besar jamaah pulang....
Pak Ujang meletakkan payung dan jaketnya disamping rak penitipan sepatu. Dengan seragam hansipnya pria yang sudah lewat 60 tahun itu melenggang menuju tempat wudhu untuk kemudian ia solat.....
Seseorang tidak boleh meninggalkan shalat dalam keadaaan apapun. Bahkan seharusnya lebih semangat untuk melakukan shalat ketika kondisi sakit daripada ketika kondisi sehat. Tidak boleh baginya meninggalakan shalat wajib sampai keluar dari waktunya meskipun kondisi sakit selama akalnya masih sehat. Hendaknya dia tetap menunaikan shalat tepat waktu sesuai dengan kemampuannya. Jika seseorang meningggalkan shalat secara sengaja sementara akalnya masih sehat dan mengetahui tentang hukum syariat serta dia mampu untuk menunaikan shalat....
Ayo lebih baik....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar