SADARILAH
Bumi semakin panas. Asap pabrik, asap kendaraan, asap kebakaran, asap rokok, asap sampah, menambah besar lubang ozon. Musim panas menjadi lebih panjang.
Bekasi, menjadi kota panas saat ini.
Banyaknya kawasan industri dan tempat pembuangan akhir (TPA) dari sampah, ada di Bekasi. Radius 3km dari TPA, sdh tdk layak huni.
Dan kita masyarakat bekasi menjadi penyumbang gunungan sampah itu.
IRONIS memang.
Kita benci sampah yang menumpuk.
Tapi kita terus menambah sampah terus menerus. Kita semua. Bayangkan saja kalau setiap rumah 0,7 - 1 kg sampah, berapa kilo se RT? se RW ? se Kecamatan ? se se Kabupaten ? Membukit, bahkan menggunung.
Ada seorang ibu mengeluhkan sampah depan rumahnya yg telat diangkut oleh petugas kebersihan, karena pemandangan yang tidak sedap, bau dan belatung yang keluar dari tumpukan sampahnya.
Dia tidak menyadari bahwa yang "nyampah" adalah dirinya sendiri.
Coba kita perhatikan sampah yang ada di rumah kita.
Ada sampah kering dan basah.
Ada sampah plastik dan kertas.
Ada sampah makanan dan minuman.
Bila kita cermat memisahkan sampah, dan meletakkan ditempat yang berbeda, tentu kita tak akan jadi penyumbang sampah yang banyak. Setidaknya, kenali 3 Jenis sampah dan manfàatnya.
1. Sampah untuk kompos
Sampah yang tidak menimbulkan belatung dan tidak merusak mesin pencacah.
Contoh : daun, kulit buah dan sayur, buah busuk.
2. Sampah bernilai ekonomis
Sampah yang bisa dijual.
Contoh : kertas, kardus, plastik, elektronik
3. Sampah TPA
Sampah yang tidak dapat terurai, dapat menimbulkan belatung dan merusak mesin pencacah
Contoh : makanan basi, pembalut, diapers, biji dan kulit buah keras
Jika sampah sudah dipilah sedemikian rupa dan ada manfaatnya, betapa banyak berkurangnya tumpukan sampah.
Memulai dari dalam rumah memilah sampah., agar lingkungan bersih dan hijau.
Ayo mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.
Sesungguhnya Allah itu indah, dan menyukai keindahan.
Ayo lebih baik.
#Catatan musim panas lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar