Sehari selepas diberikan amanah oleh warga menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Rukun Tetangga (RT), adalah melakukan pelayanan kepada masyarakat dan mengatur sistem keRtan, seolah olah memberikan energi berupa nutrisi positif ke tubuh dan pikiran ku untuk senantiasa memikirkan warga.
Aku yang paling muda dari 4 orang pengurus keRtan, secara kompak pengurus lain menunjukku untuk mengemban amanah menjadi Plt Rt, dikarenakan Ketua RT sebelumnya mendapatkan amanah yang lebih besar yaitu memimpin Dusun. Penunjukkan itu terjadi di Rabu malam( 3/3) di Perumahan Cikarang Hijau, Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Bekasi dalam gemericik suara gerimis air hujan.
Gambaran orang kebanyakan dan sebagian besar warga lainnya memang anti jika di calonkan menjadi Ketua RT, dimana ocehan-ocehan yang lalu lalang ditelinga terkait kinerja keRtan serta tangisan istri jika ada tetangga yang mencela terhadap suaminya yang menjadi keRtan.
Tetapi bagiku, diberikan amanah untuk menjadi pelayanan masyarakat memberikan nutrisi yang positif, baik untuk tubuhku yang memaksaku untuk sering sering jalan menyusuri gang perumahan, serta nutrsi otakku untuk terus berpikir menciptakan sistem perbaikan sehingga nantinya sosok menajdi ketua Rt tidak se horor yang pernah kita dengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar